Cara dapat beasiswa penulisan laporan di Tempo Institute 2017

Alhamdulillah kali ini bisa ikut kelas penulisan laporan efektif yang diselenggarakan Tempo Institute selama tiga hari dan gratis!

Insya Allah dari usaha bertahun-tahun yang cuma belajar menulis otodidak dan berdasar pengalaman sekarang bisa belajar dengan mentor-mentor profesional.

Setelah mendaftar di bulan Januari lalu, baru diumukan minggu kemarin dari 300 pelamar hanya dipilih 3 orang yang dapat mengikuti kelas ini secara cuma-cuma.

Tempo Institute juga membuka kelas menulis 2x dalam setahun sesuai kebutuhan para penulis handal, yaitu klinik menulis cerpen, feature, fiksi, jurnalistik, laporan perjalanan dll.

Mau ikutan beasiswa semester selanjutnya?
cek http://tempo-institute.org/40-beasiswa-semester-dua-di-tempo-institute/

Siapa tahu kamu yang jadi penulis beruntung selanjutnya. — With tsuraldo➡ at PT. Tempo Inti Media Tbk.

Advertisements

Seberapa yakin aku bisa menyusui sampai 2 tahun?

Ya, aku yakin dapat memberikan ASI (Air Susu Ibu) selama dua tahun dengan tekad dan semangat dalam hati yang utama.
“Dan ibu-ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena anaknya. Ahli warispun (berkewajiban) seperti itu pula.”
(Al-Baqarah [2]: 233)

Kedua, minta restu Allah SWT sebagai pencipta berbagai organ tubuh yang tidak pernah kusadari dapat memproduksi makanan utama anak manusia. Amru bin Abdullah pernah berkata kepada isteri yang menyusui bayinya, “Janganlah engkau menyusui anakmu seperti hewan yang menyusui anaknya karena didorong kasih sayangnya kepada anak. Akan tetapi susuilah dengan niat mengharap pahala dari Allah dan agar ia hidup melalui susuanmu itu. Mudah-mudahan ia kelak akan bertauhid kepada Allah Subhanahuwata’ala.”

Ketiga, Ibu harus membentuk sugesti dalam alam bawah sadar bahwa apapun kendalanya selama perjalanan memberikan ASI tetap pada point pertama.

Keempat, Bagaimana jika tersedia susu lain dirumah, dukungan tidak didapat dari lingkungan terdekat, atau kendala kondisi fisik yang tidak mampu bagi aku dan anakku melakukan proses disusui-menyusui? Ingatlah dengan point kedua jika niat kita ibadah untuk ladang pahala dan mencari berkah. Insya Allah anak akan mengingat usaha seorang Ibu dan Bapaknya memberikan hak terbaik untuknya
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.” (QS Luqman [31]: 14).

Kelima, waktuku sebetulnya sudah habis di usia buah hatiku di bulan ini. Tapi masih enggannya ia untuk memisahkan diri dari sumber rejeki bagi tubuhnya. Jika kamu ingin menghentikan sebelum waktunya maka dipermudah untukmu dan anakmu “Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. “(Al-Baqarah [2]: 233)

Yakinlah Allah mencukupkan rejekimu bagi anakmu

Tabik!

Kidung, Agustus 2017 dalam Pekan Asi Sedunia

Project family Membuat Praktikum Gn Meletus (2.8y)

Karena bapaknya kerja sebagai relawan bencana maka Ibu ingin melatih Miyo tanggap bencana dan belajar mengenai kondisi alam lebih dini

yuk praktek

gunung:
lilin/playdough
botol yakult untuk wadah lava
isian/lava buatan:
1. baking soda
2. detergen
3. pewarna
4. citrun
5. cuka

cara membuat, cari wadah/nampan sebagai alas gunung. lalu penuhi sisi botol yakult bekas sampai menyerupai gunung.
campur bahan 1-4 lalu aduk. setelah itu teteskan cuka secara perlahan. viola.. lava pun meletup2.
project leader : ibu
helper :
mbah
bagian pos evakuasi bencana dan penggiring hewan di lereng gunung : Miyo

Besok belajar mengenal gempa, kebakaran, banjir, tsunami dan angin puting beliung ya nak

Program meningkatkan berat badan Miyo (2y5m)

Malam kemarin Miyo berhasil tidak menyusu saat akan tidur. sore sebelumnya, saat kulumuri badannya dengan minyak telon selepas mandi ku ajak dia berdiskusi. “Miyo kalau sudah besar bobonya gimana?” “Bobo sendiri, tidak nenen” ujarnya.

Ternyata ucapannya membuktikan bahwa Miyo sudah memiliki kepercayaan diri untuk bisa tidur tanpa kebiasaannya. Harapan baru bagiku, karena tidak perlu ada drama ihwal menyapih.

Berefek di pagi hari Miyo melahap Nasi dan sosis goreng serta setengah porsi buah naga ia lalap. Siangnya dua mangkuk nasi + bayam dihabiskannya juga, ditutup dengan buah naga setengah porsi sisa tadi pagi yang sudah kudinginkan di kulkas.

Hujan mulai jatuh beramai-ramai ke tanah, hingga sore Miyo hanya berdiam dirumah. Untuk menemaninya bermain, diantara suara petir yang menggelegar, aku menguleni tapai untuk di goreng. Miyo memeluk kakiku dengan kencang hingga mengompol karena takut.

Maghrib tiba, tapai goreng yang disebut Rondo royal itu dimakan sendiri oleh Miyo dan segelas Vsoy sebagai teman makan kudapannya.

Waktu makan malam, dengan modal nekat saya mencoba membuat menu kegemaran ketika makan di Restoran Italia,
Spageti Marinara yang isinya aneka seafood.
Kali ini Miyo meminta makan sendiri dan dicampur bawang goreng.

Saat aku merasa pesimis karena jarang ada yang menyentuh masakanku, maka Allah mengirimkan Miyo dan suamiku yang selalu cocok dengan seleraku dan bisa menghabiskan apa yang aku masak.
Semoga dengan terpenuhi gizi dari masakan ibu, berat badan Miyo meningkat hingga 2kg lagi ya nak.

#Day9 #level2 #TugasBunsay : Beberes baju ala Konmari

Halo… ini part 2 dari Proses bebenah rumah ala Konmari. (https://konmari.com) Sekarang saya akan cerita usaha saya membereskan lemari.

Di lemari saya masih banyak pakaian lengan pendek untuk dirumah, banyak sekali kerudung dan bergo, hingga menghabiskan 1,5 pintu atau sekitar 6 rak di lemari. Sedangkan suami hanya ada 2 rak dan baju miyo 2 rak. hahahaha… Sering sih diomelin suami, isi bajunya apaan aja, banyak bangetlah tapi yang dipakai itu-itu doang.

akhirnya saya keluarkan semua pakaian dari rak, kemudian saya pisahkan mana yang masih pakai dan mana yang tidak. mana yang sudah tidak layak pakai mana yang masih baru.

Oiya, komari juga punya metode melipat pakaian dengan rapi dan bisa irit tempat penyimpanan. berikut linknya.https://youtu.be/KdUAUQT8E9g Setelah saya membereskan pakaian maka terlihat bahwa baju-baju yang saya saya pakai ternyata sedikit. Tapi tak apa ketimbang banyak tapi banyak yang sudah tidak nyaman dipakai.

Akhirnya saya memahami fungsi pakaian dan penyimpanan pakaian seutuhnya. Setelah inipun saya akan mencoba menerapkan 1 in 1 out, yaitu ketika ada baju baru masuk maka 1 baju akan keluar(disumbangkan). jadi tidak akan memenuhi tempat.

Oiya, kenapa sih saya memilih menerapkan metode konmari : 1. menyingkat waktu beberes 2. seperti organize di otak, barang yang terkumpul dalam kategori dipakai/tidak dipakai lebih mudah untuk memutuskan akan diapakan barang-barang tersebut 3. cara melipat pakaiannya membuat baju sangat rapih sehingga tidak perlu disetrika 4. lebih bersemnagat merapihkan rumah.

Sementara keuntungan tersebut yang saya dapat dengan metode ini. terimakasih,saya akan share kembali tentang metode ini lagi ya!

#Day7 #level2 #TugasBunsay :Belajar Metode Konmari

Setelah mudik lebaran kemarin saya semangat beberes rumah dan masak. Kenapa ya? Mungkin karena batere full di Jogja seminggu. ehehehe…

Padahal jangan ditanya deh pas jaman puasa dan hari-hari sebelumnya aku memilih langganan katering. 😂

Back the topic, kali ini Ibu Miyo mau berbagi pengalaman setelah menerapkan metode Konmari dirumah. Apa sih Konmari? disuruh sembuh maksude? hahahaa ora deng. Konmari itu kurang lebih adalah metode beberes ala Marie Kondo, seorang wanita super rapih di Jepang dan sudah menjadi influencer seluruh dunia untuk membuat kegiatan beberes jadi fun dan rapi sesuai tempatnya (bisa cek di Youtube atau beberapa artikel tentang Konmari).

Selain itu dengan cepat kita dapat memilah mana yang tidak terpakai dan terpakai tanpa perlu galau. ini barang dari mantan, masih dipake gak ya? buang atau jangan? ah, jual ajalah #eaaak. #jualmantan.

Hal pertama yang dilakukan adalah membereskan storage di bagian bawah dapur. Sebelum dibereskan mungkin ada sekitar 6 kardus isi perabotan masak ( padahal jarang masak). Setelah memilah ala Konmari jadilah ada 3 dus yang isinya perabotan dapur yang sudah tidak terpakai.

Bagaimana cara memilahnya? jadi kita buat space kosong dirumah dulu, lalu keluarkan semua barang dari satu kategori, misal perabot dapur. Nah dijejer deh tuh semua barang, dari aneka wajan, aneka tempat penyimpanan makanan, souvenir kawinan gelas,persendok-garpuan dll. Jika semua keluar dari kerdus (karena belum punya kitchen set) maka mulai dipisahkan deh, mana yang sudah tidak bisa dipakai, mana yang sudah terpisah tutup dan wadahnya, mana yang sekiranya akan dipakai kembali dan tidak akan dipakai.

Bila ada wadah yang sudah hilang tutupnya, wajan terlalu gosong, panci yang sudah bocor maka akan saya masukan ke kardus untuk dibuang. Lalu barang yang kiranya masih baru atau tidak akan dipakai kemudian hari disimpan dalam satu tempat, bisa dijual atau diberikan kepada orang. Setalah yang tidak terpakai sudah tereliminasi maka barang-barang yang masih akan dipakai disimpan menurut jenis penggunaannya. mana kardus untuk tempat makan, para wajah dll

Disini saya merasa puas bisa membuat rumah lebih lega dan gak sempit lihatnya. Biasanya urusan begini diserahkan ke mama jika sedang berkunjung ke rumah saya. Tapi sekarang saya bisa melakukan sendiri bahkan sambil ditemani Miyo. hahahahaa…

Disaat begini dia belajar warna, nama jenis barang dan lepas pasang tutup wadah. walaupun berakhir banjir karena botol asip diisi air dispenser kemudian di buang ke lantai dan Miyo berenang diantara air tergenang sambil nyanyik “let it go”.

Membereskan dapur ala KonMari ini menghabiskan waktu 2 jam saja. Setelah itu saya hari berikutnya saya membereskan lemari baju. yang akan diposting berikutnya. Terimakasih!

#Day2 #level2 #TugasBunsay:Memeluk tanpa Gengsi

Ini masih rangkaian Bonding anak kepada ibunya saat berpisah dalam waktu agak lama.
Pada tanggal 18-20 Juli 2017 saya mendapat kesempatan pelatihan menulis di Tempo Institute. Selama 3 hari itu pula Miyo tidak bersama saya dari pukul 7 pagi hingga 7 malam. 
Setiap saya pulang, dengan berlari Miyo membukakan pintu dan memeluk saya berkali-kali sambil berucap “mbu…mbu…”. mungkin ada rasa rindu yang belum mampu ia ucapkan. jadi pelukan adalah ungkapan emosinya.
Bahkan, saat saya sedang makan atau setelah mandi, Miyo kembali memeluk saya berkali-kali tanpa saya minta. 
Memeluk adalah melakukan dekap bagian tubuh dua orang. Manfaat pelukan bagi anak adalah memberikan rasa percaya diri bahwa ia disayang dan mendapatkan energi untuk melakukan aktifitas selanjutnya. Sedangkan manfaat Peluk bagi orang tua adalah aliran rasa untuk mengungkapkan rasa sayang dan mempercayai bahwa kita akan selalu hadir disisinya.
Saat usianya 2 bulan sampai 7 bulan, Miyo pernah saya tinggal bekerja. jadi selama lima bulan tersebut setiap harinya Miyo dititipkan kepasa mertua. Tapi disaaat itu yang ia cari hanya nenen.-_-
Kali ini saya merasa Miyo sudah paham arti rindu dan pengungkapannya. Ia mampu saya tinggal sendiri bersama Mbahnya, walaupun di siang hari saat ia bermain suka pura-pura menelpon bapak ibunya. 
Sekarang ia dapat mengekspresikan rasa kangen dan Ibu akan selalu menjaga bahwa budaya peluk antara kita tidak akan pernah lekang oleh waktu. Jangan pernah gengsi untuk memeluk ibumu ya Miyo… 

#Day1 #Level2 #TugasBunsay : Meminta Ijin

Kali ini saya akan bercerita tentang melatih kemandirian anak sejak dini. Saya akan menuliskan beberapa hal positif dari melatih kemandirian Miyo dalam rangka penugasan iip game level 2 bunda sayang. 
Miyo sekarang berusia 2 tahun lebih 2 bulan. di umurnya kali ini, Miyo terlihat sangat besar rasa ingin tahunya. Jika ia ingin  melakukan sesuatu pasti akan mendekati ibunya dan meminta ijin dengan bahasanya yang masih belum jelas kalimatnya. 

“Bu, leh gak?” sambil menunjuk kran, atau “Bu, ocotan ya” jika ia melihat Playground di Mall. 
Seperti salah satu slogan di sebuah iklan susu anak “berikan kepercayaannya, Bunda”. 

Saya pasti mengijinkan “iya.. boleh” 😁 tapi dengan mata dan tangan yang selalu awas. 
Miyo melatih keberaniannya dengan meminta ijin itu tidak salah dan tidak akan membuat saya terganggu. Saya akan menantikannya terus bereksplorasi mencoba hal baru. —-justru akan mengkhawatirkan ketika ibunya cuci piring, anaknya anteng tau-tau lagi patahin gincu 😩
Meminta ijin adalah salah satu bentuk memohon restu dan meminta dukungan kepada orang yang ia percaya sebelum menjalani aksi berikutnya. Jika orang tua ingin membuat anak berdaya, maka biarkanlah ia mengenali dunianya. 
Semoga si kehidupan seterusnya Miyo tidak lupa meminta ijin dan mengabari ibu ya, nak. 

Aliran Rasa Komunikasi Produktif Keluarga

pic : pinterest
Misi kami 6 bulan terakhir ini adalah memperbaiki komunikasi 

Mencoba mengintropeksi diri dalam suara, intonasi dan emosi. 

Komunikasi Produktif adalah akar dari relationship goals setelah memiliki anak terkasih kami

Dari saling berkeluh kesah, beradu pendapat dan melepas amarah satu sama lain mempertahankan ego sendiri 

Berjalan 5 bulan ini hubungan kami makin membara karena api asmara kian memanas layaknya sepasang kekasih romi dan juli. 

Semoga misi ini menjadi goals untuk melanjutkan misi kami yang akan dijalani nanti.