Banyak Pikiran Menjelang HPL anak kedua

Sungguh di kehamilan kali ini buanyak sekali keraguan. Pada saat di trisemester awal mual, muntah dan gejala hamil lainnya baru kurasakan pertama kali (2 kehamilan lalu gak pernah mabok). Kemudian dilanjut baru tau hamil setelah ambil Diploma Montessori yang berarti selama kehamilan aku dituntut untuk kuliah. 😅

Terakhir perekonomian rumah tangga yang tidak begitu stabil karena aku dan suami status tidak produktif kerja 2 tahun ini, walaupun kami tidak punya hutang sekarang. Alhamdulillah.

Terakhir adalah hamil dengan balita. sungguh ini cukup berat membagi rasa, peran, perhatian bagi si sulung karena semakin banyak yg dirasa ibu semakin berkurang waktu bermain kami.

Gimana coba, dari jiwa,raga,dompet semua jadi pikiran tak usai.

Kemudian di usia kandungan trisemester 2, masalah mabok bisa selesai. Untuk masalah finansial masih berpasrah kepada Allah SWT semoga dicukupkan. Perkuliahan alhamdulillah lancar 3 modul (sisanya 5) 😅. Kecukupan kasih sayang ke Miyo, ini sampai harus ke poli psikolog untuk curhat, mengikuti workshop pengasuhan dan banyak baca buku parenting lagi untuk refresh “penerimaan” ku terhadap hamilku dan waktuku yang agak berkurang dengan Miyo.

salah satu tipsnya adalah banyak relaksasi. maklum moodnya roller coaster. banyak2 doa tiap habis solat. kau solatnya bolong malah makin gak tenang 😥

di trisemester terakhir lebih banyak pikiran karena tugas kuliah yang tak kunjung kelar. Aktivitas di dua bulan terakhir jadi relawan guru PAUD, tugas belajar zero waste dan rutinitas yoga. Karena gak bisa nentukan prioritas kayaknya perlu di eliminasi satu satu kegiatannya. Relawan guru sudah bisa mulai cuti, tugas bisa digarap slow motion tapi pasti, detox sosmed dengan delete FB di HP dan yang cukup merilis pikiranku malah pas milah sampah, ya komposting, ya ekobrik, ya siram tanaman. sore-sore sambil jongkok, atau pagi sambil jemur.

Mungkin menghilangkan pikiran yang smrawut pada ibu hamil itu emang diri sendiri yang paham caranya ya.

jadi gimana bumil? apakah punya banyak pikiran juga? apa kegiatan yang dapat merilis pikiran negatif tersebut?

Birth Plan Lahiran di Yogya

Di usia kehamilan 36w ini masih belum memutuskan mau lahiran dimana. Hal ini bener-bener membuat galau pasangan suami istri yang dulu lahiran pertama mudah banget memilih provider kesehatan karena di @rumahpuspa Bekasi paket lengkap dari kelas persalinan sampai menerima lahiran. Sehingga kita cuma mempersiapkan plan B di RS jika kondisi darurat.

Nah tadinya aku periksa di AMC, pindah ke RS UII, Hidayatullah untuk bertemu beberapa obgyn.

sampai akhirnya kami mencari faskes 1 yang menangani proses kelahiran bertemulah di Puri Adisty, Kotagede. proses pemindahan BPJS cukup mudah. Kami hanya merubah by online saja dan menunggu sekitar 2 minggu. pada tanggal 1 September setelah faskes 1 berubah, saya dan suami langsung survey Puri Adisty, ngobrol dengan bidan tentang teknis lahiran normal yang ditanggung BPJS.

Puri Adisti tetap memakai standar pelayanan kelas 3 walaupun BPJS kita di kelas 1. jadi dapat kamar kelas 3 dan maksimal waktu 24 jam setelah lahiran.

Jika ingin pakai paket VIP kamar sendiri akan masuk ke umum dan tidak di cover BPJS. sementara itu jika dr awal sudah daftar umum, apapun resiko kondisi darurat kita selanjutnya akan dirujuk secara pembayaran pribadi, BPJSnya gugur.

So far klinik nyaman dan bidan juga ramah-ramah, banyak pelayanan juga disini seperti home care new born, Hypnobirthing, kelas senam hamil dll.Kemarin untuk kontrol sy gratis dan dapat rujukan tes darah lengkap HB di lab Cito.

Puri Adisty lokasinya dekat bakmi jawa Mbah Gito. plan A jika lahiran disini kami mungkin akan hire doula. oiya untuk rujukan faskes 2 akan di RS Hidayatullah atau PKU Kotagede.

Kemudian ada Plan B yaitu di Bidankita Klaten. setelah survey awal kesana kami juga periksa kehamilan oleh tim bidankita. tgl 26 nanti bisa dijdwalkan bertemu bd. yesie..

Karena di Bidankita jodoh2an dengan padatnya aktivitas bd.yesie maka kami berpasrah jika lahiran disini maka akan dihandle bidan lain tak apa, namun jika disini kami tdk perlu hire doula.

Plan C adalah di RS UII karena RS paling nyaman menurut kami tp cukup jauh… maka jika kondisi darurat kami akan memilih disini. kontrol kehamilan di akhir2 dekat HPL kami juga memilih disini dengan dr.Alfun. (blm tau bs pakai doula atau tidak)

nanti akan diupdate lagi perkembangan birth plan kami ya…

Buku Parenting Rekomen Ibu kidung

aku masih jarang banget punya referensi buku tentang pengasuhan anak berbasis islam. masih cetek banget ilmuku apa yg harus kukerjakan.

Setelah iseng baca buku ini di perpustakaan berlanjut pinjam, akhirnya baca bab per bab ternyata jadi terbuka deh pikirannya. karena cerita-ceritanya berdasarkan pengalaman Rasulullah dan sahabat-sahabatnya, disertakan hadist nya dan surat-surat yang menerangkan kebenarannya. Allahualam semoga sahih ya.

Kenapa aku memilih buku ini? karena seperti bab yang dijelaskan diatas ada materi tentang saat solat tapi mendengar anak menangis. ternyata kita gapapa loh solat agak cepat apalagi di masjid. tau ada balita nangis ya imam bisa mempercepat solatnya.

di buku ini juga dijelaskan mendampingi anak dr usia 0-18 tahun. jadi bisa untuk pencarian solusi kita bagaimana jika mengalami kelakuan anak-anak yang tidak akan kita sangka di usia selanjutnya.

untuk parenting pemula yang ingin mengasuh anak sesuai ajaran islam,buku ini dapat nilai 5/5 dari saya.

selamat membaca

Yoga Hamil AnggarBini di Omah Yoga Kusuma Yogyakarta

Hari Rabu sore adalah waktu yang ditunggu olehku karena bisa Yoga hamil bersama bidan Divara dengan nuansa pinggir sawah dan sejuk banget.

Yoga hamil ini berisi 5 orang. Diawali dengan periksa kandungan dan tensi.

Dalam kelas yoga akan diajarkan ilmu pernafasan. ada yang dari perut, tenggorokan dan perpindahan nafas dari lobang hidung kanan dan kiri. semoga dengan latihan pernafasan bisa dengan mudah lahiran tanpa sobekan ya. hahahaha aminin dong maaaak….

Dengan berbekal tarif 35.000 kita bisa dapat sekilas info persiapan persalinan atau kelahiran juga mengatasi keluhan saat hamil kita bisa saling sharing ttg kesehatan, provider kesehatan ibu hamil dan berbagi cemilan juga.

So far kelasnya sangat menyenangkan, tempatnya sejuk dan variasi gerakan yoganya tidak terlalu membuat lelah. grup yoga tp berasa privat loh…

lokasinya dekat ISI jalan Parangtritis ya moms.

Mengelola emosi saat hamil

sudah beberapa kali ikut kelas yoga dan kelas persiapan hamil dan persalinan dari @babaran.id lalu mendapatkan edukasi bagaimana mempertahankan kestabilan emosi saat hamil

karena hormonal yang dialami ibu hamil, ia akan tertawa dengan hal-hal receh tapi akan sedih sesedihnya sampai nangis berderai-derai.

slowly breathing = emosi lebih stabil
meditasi membuat otak dan hati kita lebih cooling down

karena ibu hamil yang setres akan membuat bayi stres.

ibu hamil memiliki 2 badan tapi 1 jiwa.
ketika kita marah dan nangis anak akan belajar marah dan nangis.
bawalah kebahagiaan kemanapun kita berada karena bayi akan belajar bagaimana caranya bahagia.

_hamil dengan kesadaran_

✅positif mindset
✅bergabung dengan komunitas ibu hamil yang sehat
✅bergabung dengan senam hamil atau yoga hamil
✅berdoa dan meditasi
latihan nafas selain untuk persalinan juga untuk membantu tubuh rileks.

beruntung bisa rutin tiap sabtu ikut kelas Bababran.id di Puskesmas Wirobrajan, oiya ini gratis loh kelasnya. ayo berdayakan diri moms.

Tentang Passion

Di tahun 2019 ini adalah masa-masa perjalanan menggapai skill dan segala keingintahuanku lebih dalam tentang pendidikan anak usia dini.

Setahun sebelumnya aku tidak pernah menyangka jika doa banyak orang kalau Ku lebih cocok jadi guru PAUD itu beneran terjadi. Entah kenapa, semenjak ada Miyo aku semakin menggebu untuk terus belajar agar pendidikan itu ramah kepada anak dan berpusat pada anak, bukan sebaliknya. aku ingin mematahkan segala masa sendu ketika di sekolah.

Aku ingin anak-anakku merasakan belajar adalah suatu kegiatan yang menyenangkan baginya.

Dengan memiliki PAUD, aku bisa lebih babnyak trial dan eror serta praktek bagaimana menghadapi segala jenis balita dan menghandle nya.

Jujur, aku tdk memiliki basic ilmu pendidikan guru karena sarjanaku ilmu sosial, namun keinginan belajar terus ada. apakah ini passion? kegiatan yang kita lakukan dengan senang hati dan tak bosan.

kemudian pada tahun ini aku di ACC beasiswa dari suami tercinta untuk megambil pendidikan diploma Montessori di Sunshine Teacher Training secara online dengan target 1 tahun.

Bulan Febuari 2019 adalah awal mulaku mengambil kelas. jangan tanya biayanya. hampir sama dengan S2 lah 😂, hanya saja kalau S2 mungkin lebih ke penelitian, banyak menulis, menemukan teori atau membaca jurnal lebih banyak. sedangka untuk saat ini aku berkejaran agar mendapatkan skill yang mumpuni bekal membangun PAUD di Bekasi.

Pada akhir tahun 2018 aku mendaftar menjadi relawan di sebuah sekolah PAUD alternatif. hingga bulan Juli 2019 aku baru dipanggil dan diterima untuk menjadi relawan dengan jam kerja fleksibel, berupah dan kontrak hanya 6 bulan.

Selama 2 bulan aku sibuk menjadi relawan dan dengan posisi hamil tua tidak menyurutkanku untuk terus belajar dan menyelasaikan tanggungan belajarku agar menjadi modal dalam mengembangkan PAUD ku kelak.

BUAT SIM C TANPA NEMBAK DI BEKASI? BISA BANGET

Kali ini saya akan menceritakan tantangan membuat SIM C tanpa nembak sodara-sodara.Pada Juni 2018 Jam 10.00 saya dan suami iseng ke Polres Bekasi yang terletak dekat Pengadilan Tinggi Negeri Bekasi.Kami iseng nanya di pos polisi depan, dimana lokasi pembuatan sim? petugas jawab ke pos kesehatan dulu. oke disinj gak ada arahan untuk calo. kemudian saat ke arah pos kesehatan, iseng nanya polisi yang lagi nongkrong2 dan mereka jawab pertanyaan kami tanpa menawarkan pembuatan sim melalui mereka.banyak orang sipil yang nongkrong di situ juga tidak ada sama sekali yang menawarkan pembuatan sim dengan pungli.oke baik, kami langsung ke pos kesehatan disana ada tukang fotocopy yang siap mengkopi 3lembar KTP. tes kesehatan bayar 25.000 hanya cek buta warna, tinggi badan, tensi dan berat badan.Sesudah dapat form kesehatan saya masuk ke area lokasi pembuatan SIM. (menukar KTP dengan kalung identitas pemohon SIM)
_kalung biru untuk pemohon awal, kalung merah untuk pemohon ulang._Ternyata disini tidak boleh ada pendamping yang tes. otomatis suami dan Miyo harus menunggu di depan. *cry*
😓😓kemudian saya ke loket asuransi dan membayar 30.000 untuk asuransi kecelakaan (ada bentuk kartunya)Selanjutnya saya dapat form permohonan SIM dengan menyerahkan FC KTP dan membayar 100.000. (ternyata setelah ini tidak ada pungutan biaya lagi sampai SIM dicetak)Setelah isi form, saya menunggu dipanggil untuk foto, ttd dan cap jempol, disini ditanya apakah identitas sudah benar atau blm.kemudian saya menunggu untuk dipanggil tes tertulis. disitu banyak buku-buku kisi-kisi ujian tertulis.
tes nya menggunakan komputer sekitar 30 menit kalau tidak salah untuk 30-50 soal (saya lupa)
_ternyata soalnya gampang banget sist_
saya lulus sekitar 73%
hahaha.. nyaris.
(kalau yang gak lulus, bisa mengulang minggu depan)
ternyata pas banget akan ujian praktek itu pas ISHOMA. jadilah terpotong prosesnya.(SOP pembuatan SIM di Polres Bekasi hanya 60 menit)mungkin jika lancar-lancar ya bener sih 60 menit. *disarankan coba daftar dari jam 8 pagi*kemudian saat ujian praktek jam 1. *sa ya ga gal* 😓Prosesnya untuk semua waktunya 4 jam. saya disarankan kembali h+7 yaitu sabtu depan dan saya *bisa latihan ujian praktek mobil dan motor hari minggu jam 9 pagi di Polres Bekasi untuk swmua pemohon yang gagal maupun calon pemohon*bagaimana tracknya?
Untuk motor ada letter U, 8dan zigzag.
kesalahan hanya dapat dilakukan sebanyak 3 kali.
*apa saja yang termasuk kesalahan yang membuat gagal?*
nabrak patok hingga jatuh, kaki turun dan salah jalan.
untuk mobil hanya test parkir dengan posisi 90 derajatminggu kedua, saya masih gagal.kemudian saya berlatih sebanyak 4 kali di hari minggunya. berhasil*motor bebek, harus slah starter pakai kaki, motornya Yamaha atau Honda*So, buat anak matic kayak saya pasti kagok.akhirnya minggu ketiga, syaa berhasil dengan hanya menabrak 2 patok. lulus dengan predikat *lulus sempoyongan*😁
bisa ae pak Polisinya.Setelah menunggu 30menit proses cetak. SIM dapat dibawa pulang.NB :
1.SIM hilang harus buat lagi
2. perpanjang SIM Bekasi dapat dilakukan dimana saja di seluruh Provinsi Indonesia, ataupun sebaliknya.
3. Pembuatan SIM tidak harus di domisili kota. selama sudah pakai E-KTP warga dapat membuat SIM dimana saja.
4. Track ujian praktek untuk lebar jalan atau arahnya berbeda-beda.
5. Semoga semua Pembuatan SiM di kota atau kabupaten lain dapat se-fair seperti di Kota Bekasi.TOTAL BIAYA SIM C HANYA RP 155.000 SAJA.*Terima kasih jajaran Polres Bekasi yang sangat bijak dan selalu mencoba untuk dapat mengayomi rakyat* 🙏🏻-Kidung Ardha-

Berkah kehamilan kedua

Di kehamilan kali ini aku bersyukur karena suamiku tetap pada perhatian dan tanggung jawabnya. Di awal kehamilan memang kami menata hati untuk menerima kehadiran seorang anggota keluarga lagi.
Namun seiring waktu berjalan kami mensyukuri bahwa kehamilanku ini adalah berkah dan rejeki yang tak mungkin ditolak. Kami mengupayakan untuk terus sehat agar janin di dalam juga tumbuh kuat dan sempurna.
ruang diskusi tentang persiapan kelahiran juga kami susun dengan matang. birth plan, mencari provider kesehatan untuk melahirkan, mencari usaha-usaha gentle birth juga dilakukan suami dengan searching sana sini. bahkan beliaulah yang mencari bidan, dokter yang oke,mengingatkan beli vitamin, makan, booking jadwal kontrol dan membantu membereskan rumah dan handle Miyo.
Hamil dengan balita itu merupakan tantangan yang berat, namun dengan kerjasama yang baik akhirnya kami bisa menjalani ritme perubahan kehidupan dengan santai. walaupun mood bumil kadang naik turun seperti roller coaster tapi ternyata hanya beberapa kali kami berselisih paham. maafkan jika hati ini agak keras dan masih sulit untuk mengucap terima kasih ya,pak.
semoga kita terus menjalani hari bersama dengan sukacita dan penuh syukur.

Cerpen :Sepenggal Kisah yang Berbeda

“Kamu mau aku temani buka puasa?” tanyanya.

Dulu aku merasa tak peduli ia ternyata tidak seiman denganku. Ia adalah pria terpintar, terkaya dan terganteng di Sekolahku. Siapa yang tidak ingin bersanding dengannya? terlebih kami sama-sama anak OSIS. gairah mudaku memang sedang meletup-letup merasakan cinta.

Aku juga memerlukan tutor khusus untuk belajar matematika yang menyulitkan.

“Tapi kamu kan gak puasa? nanti ikutan antri kalau kita makan di Mall. Apalagi malam minggu gini, semua orang inginnya buka puasa diluar dengan makanan terbaik ”

Ia mendengarku dengan serius.

“Jadi, buka puasanya itu semua orang ingin makan enak ya?” pertanyaan spontan keluar dengan wajah polosnya.

Aku tertawa, “Welcome to ramadhan kareem, pak.” ia melihatku dengan wajah bingungnya. tapi ikut tersenyum-senyum juga.

“Baiklah, aku akan mengantrikan bangku di restoran pilihanmu. biar kamu gak capek, kan aku gak puasa” katanya sok pahlawan.

gantian aku yang melongo. “Sok pahlawan kamu” aku memberikan tinjuan di bahunya.

kemudian ia mempersilakan aku membonceng motornya untuk mengantarku pulang.

Ya, dia adalah kenangan saat aku memakai putih abu-abu. Siapa yang tak ingin memiliki kekasih pintar dan ganteng? Tapi seperti kita tahu, anak IPA kan kaku-kaku ya? Berbeda banget sama cowok-cowok IPS di kelasku yang hobinya bermulut gombal di setiap wanita. *eits kamu yang merasa jangan tersinggung ya*.

Katanya sih cewek-cewek IPS juga kembang sekolah, karena pakaiannya yang lebih irit dan pesonanya lebih terlihat. wajarlah, kami kan banyak merawat diri ketimbang belajar. tekanan pelajaran kami gak seberat di kelas IPA.

“Kamu kenapa sih suka sama aku?” tanyaku saat di perjalanan. pertanyaan ringan seperti itu memang hampir selalu aku utarakan. Maklum ya, baru sebulan kami resmi berpacaran. Jadi pengennya ya gemes-gemesan terus.

“Kamu itu beda sama cewek-cewek lainnya. Kamu itu taat ibadah walaupun kita minoritas di sekolah. kamu selalu menyempatkan ke musolah yang di ujung gang pas istirahat makan siang. padahal sekolah kita gak sediakan tempat untuk kamu ibadah”. Aku tersenyum. Ternyata mamaku benar, segala kenikmatan datang jika kita menjalankan kewajibanku dulu. Tapi apakah bersamanya sebuah kenikmatan rejeki yang pantas kudapat? ya, aku hanya berfikir pendek, apa salahnya kucoba.

15 Tahun kemudian aku kembali ke Yogya. Aku dan suamiku mengajak anak kami menuju Candi Prambanan. Saat berada di kerumunan orang yang sedang pulang beribadah. Aku berpaspasan dengannya. Ia tersenyum dengan pakaian ibadahnya dan menempelkan kedua tangannya di dada untuk menyapaku. Aku membetulkan kerudungku dan gamisku, aku tersenyum juga.

aku perkenalkan keluargaku kepadanya. Dan ia juga mengenalkan keluarganya kepada kami. aku menyalami istrinya yang ayu dan anak laki-lakinya yang gendut.

Ternyata kami salah momen ke Candi. Rumah ibadah mereka sedang untuk acara, pantas saja ramai orang berpakaian adat dan bau dupa dimana-mana. Setelah obrolan singkat, ia pamit untuk menghadiri kegiatan lainnya. aku juga pergi dengan menceritakan sosok tersebut kepada suamiku. Suamiku menggandengku dan tersenyum.

Dulu, Kami menjalani 1 tahun pacaran dengan kebiasaan masing-masing yang kami pahami satu sama lainnya. Saat ibadah kami menghargai dan memberikan kesempatan. Hingga suatu ketika setelah ujian akhir nasional berakhir kami juga merampungkan hubungan karena harus berpisah kota saat kami mencapai perguruan tinggi yang kami impikan.