Demam 39 derajat celcius pada anak 3 tahun

ini hari kedua Miyo demam dan sudah lama atau malah gak pernah ya demam setinggi ini.

Jadi hari senin lalu kami ke RS karena aku priksa kandungan. sebelumnya kita makan steak dan es teh. udah kuduga ni anak pasti besok bisa batuk deh.

Kejadian, selasa sore sumeng dan mulai batuk tapi masih aktif. jam 21.00 keatas wadaw 38 suhunya. karena gak prepare obat maka cuma kasih obat penurun panas yang rasa jeruk diisep2 itu sama minum air putih.

Miyo tipe gak sulit makan dan minu. obat. tapi sulit banget say minum air putih. 😩

Akhirnya setelah bobo cepet jam 11.30 dia minta pipis, minum… dan mamak gak bisa bobo. gatel aje main hp sampe jam 01.00 bangun lagi dan minta pipis kemudian udah buka celana di kamar mandi. doi muntah. bhaik…

kali ini mamak teler banget karena bau bawang di kamar. bapake dengan kearifan lokalnya mijet pake bawang dan MKK kemudian itu mangkok ditaro di kamar. katanya nyerep virus. mana ac panas bener di setnya. 😷

jam 06.00 Miyo bangun minta pipis dan BAB, tp keburu ngompol dulu doi. hiks… padahal hbs ganti seprei.

Paginya setelah makan dan bobo, Miyo ke klinik. periksa dan minta obat, hasilnya radang yang bikin demam dan di rumah pasti ada yang flu. bener sih, om nya lg flu. 🙄

sampai malam ini demam masih di angka 39 derajat tapi asupan makan , cairan dan obat sudah masuk. walaupun bersin ataupun ingusan tapi ttp mau tidur cepet. akhirnya minta bantuan dekpar dan bidan putri cabatku untuk resepin obat.

Dikasih obat penurun panas dari dubur. berhasil masuk tanpa drama. semoga aja lekas turun demamnya. untuk obat ini pemakaian demam diatas 38.5 dan yang sulit minum obat oral. dengan segala hypnoterapi obat masuk dengan sempurna.

Semoga ini jadi penggugur dosa ya Miyo. Amin YRA

Advertisements

Menyiarkan Sustainable Living

Sabtu tanggal 23 Maret 2019 aku berkesempatan untuk menjadi narasumber di MQFM , Jogja.

Siaran dimulai pukul 10.15 di Gedung Amikom Jogja.

aku berangkat dari rumah pukul 09.00, perjalanan sekitar 45 menit dan sampai sebelum siaran dimulai.

Dengan berbekal materi yang sudah aku siapkan dan aku share kepada mbak penyiar, namanya Mutia. Aku ditemani Mbak Oca yang aktif pula di IP Jogja.

Awalnya aku deg-degan karena takut ada pertanyaan yang tidak bisa kujawab, namun ternyata penyiar juga mudah tek-tokannya dengan penjelasanku. Suara penyiarnya lembut sekali.

MQFM Jogja adalah Frenchise milik MQFM Bandung (AA Gym). Jadi siarannya pun berbau islami. IP Jogja berkesempatan mengisi 2x sebulan di setiap Sabtu minggu ke 3 dan 4. Acara Manajemen Keluaga ada pada pukul 10.15-11.15 (3 sesi).

Aku sudah lama tidak masuk ke siaran Radio. menjadi penyiar adalah cita-cita lamaku yang terpendam. Alhamdulillah kemarin berkesempatan untul berbicara di mic. semoga aku suatu saat memiliki kesempatan siaran sendiri dan memiliki program acara sendiri. Ada yang mau hire aku? 🙂

Menjadi Kakak

Kemilau

kau anak yang cantik, cerewet dan sangat pengertian.
walaupun ibu bukan ibu yang selalu memelukmu atau sering memberi sentuhan padamu. Tapi ibu tahu sayangmu begitu besar terhadap ibu.

Ketika tau ibu hamil. Miyo paling sumringah, tiap hari meluk perut ibu. beda banget sama ibu waktu kecil yang berjarak dengan adik ibu selama 6 tahun. Ibu malah sering berharap itu gak mungkin, iri ataupun ketakutan tidak dapat perhatian. Padahal kami berbeda jenis kelamin.

Miyo berharap adiknya cewek ya? semoga adiknya walaupun cewek atau cowok tetep sayang ya nak.

Miyo hampir tiap hari bertanya, ini payudara buat susu adek. ini Kakak Miyo..panggilnya Kakak. karena mau ada adik. Kapan Adik keluar?

Bahkan kami sudah mempersiapkan kondisi Miyo harus tidur sama Oma kalau ibu lahiran nanti.

Sesiap itu Miyo ingin punya adik.

Miyo yang senang sekali ketemu ibu dokter dan melihat USG, menambah ilmu barunya untuk tahu bahwa janin berkembang setiap bulannya.

Miyo yang suka buka KMS, minta dibacakan gambar-gambar disana. memahaki simbol larangan. ibu hamil dilarang merokok, minum (alkohol) air coklat yang dikira teh. Harus bobo, olahraga dll..

Mungkin ini saatnya ibu harus lebih sering memeluk dan mendengar Miyo agar nanti Miyo tidak merasa berbeda ketika ada adik.

Selamat pagi dari Kuala lumpur.

Pagi-pagi disuguhi pemandangan tower yang cantik, dan nuansa yang jarang banget bisa dinikmati. tinggal di apartemen. hahahaah

Oke mari kita bergegas menyiapkan sarapan dan… kompor tanamnya aku ndak bisa pakai 😂

okelah ada microwave, kita pakai microwave aja masaknya. eh tapi ada kompor listrik tungku 1 nih. setelah utak utik ternyata dese bisa dipake kalau panci/wajannya serata pantat tungku. duh ndeso

kata bojo “pantes TKW Indonesia disiksa” lah untung aku gak jadi TKW 😅.

Akhirnya kita makan indomie, roti bakar, energen dan telur dadar. sehat banget sarapan kita 😂

setelah sarapan dan mandi. kita bersiap bawa bekel, isi air 3 tumblr dan berangkat ke destinasi pertama… Batu Caves.

Keluar dari apartemen, kulihat tenda-tenda pinggir jalan masih belum buka. gak enak banget nih apartement di tengah “Jalan Sudirman” #ala Jakarta, alias tengah kota. susah cari makan.

Kami menuju halte yang ada plang GO KL untuk menuju stasiun kereta yang menuju Batu Caves. Dari Concord hotel kita naik green line menuju Pavilion. lalu dari Pavilion kita naik menuju Medan Mara atau dari Concord menuju Medan Mara bisa juga pakai Blue line.

Selepas itu kita jalan kaki nyebrang lewat jembatan menuju stasiun Bank Negara yang menuju Batu Caves. rintik-rintik hujan, padahal masih jam 11 siang. Kami sampai ke Bank Negara dan menuju stasiunnya. disini sepi banget ya ampon. Bahkan di stasiun sepi. hmmm…. jalur ini dipakai kereta pulang pergi ke KL Central. Setelah liat kereta jalur pulang kenapa rame banget ampe empet-empetan. naik kereta disini pakai kartu tap-tapan. harganya 8 MYR, 3 MYR kartu, 4 MYR menuju Batu Caves.

Pas kereta datang. ampon dah isinya orang Indihe semua, yang udah pada dandan kayak mau pentas seni. …. kami akhirnya berdiri

Perjalanan Menuju Kuala Lumpur dari Malaka

Ini adalah perjalanan tersyahdu karena perjalanan kami diiringi oleh rintik hujan. kami menunggu bis kota di pinggir alun-alun bangunan merah itu jam 13.30. on time

Dari Bandaraya Malaka kami naik bis Mayangsari menuju Kuala Lumpur. Anehnya disini harganya lebih murah ketimbang dari Johor ke Malaka.

Dan kita gak makan siang dong. hikshiks… mana bis udah mau berangkat. bapak e cuma beliin roti sobek cokelat sama air mineral lagi.

model kursinya sama dengan bis Jebat kemarin, dan disini ada penyesalan beberapa barang ketinggalan di Johor dan Malaka. dari jaket Miyo, mainan souvenir Hello kitty, mukena dan sajadah, koyo. alemong 😦

Disini Miyo bobo bentar, perjalanan sekitar 2.5 jam. sampai Kuala lumpur kita di Halte TBS (Terminal Bersepadu Raya) sekitar pukul 16.00. terminal ini berintegrasi dengan kereta. maka kita naik ke arah KLCC. disini keder nih beli token gak di loket lagi. untung dibantu ibu-ibu baik hati. lalu kami turun ke peron, disini bingung lagi ke arah mana. kita tanya aja sama orang, ternyata ke arah Gombak.

Di dalam kereta saya memberanikan diri bertanya ke mbak-mbak berapa stasiun kita turun di KLCC? eh ternyata transit dulu di KL Central baru pindah kereta di KLCC. sumpah, bagian jalan transitnya pindah kereta kalau gak bareng sama mbak-mbaknya bisa keder kita. setelah kita naik kereta ke KLCC pas turun. uwoooow…. ternyata mall bok dengan resto – resto fancy semua. saat keluar mendung amat, tapi jalan sedikit langsung kelihatan itu twin towernya. kita memandangi twin tower sebentar kemudian segera menuju Nasi Kandar. Ramai sekali, harganya macam di resto 3 Ros. so, so aja. tapi restonya keinget sama Rumah makan ampera.

Setelah itu kami menuju apartemen dengan ancer-ancer si host untuk mengambil kuncinya, setelah sampai kita amaze dengan interior yang lengkap dan pemandangannya.

berististirahat sebentar, habis maghrib yang jam 7.30 itu kami berjalan menuju bukit bintang yang dikira pasar street food, padahal itu semacam GI Jakarta. 😂 gileeee capek banget jalan kesini. habis itu nembus Jalan Alor dan kemudian makan. ternyatah disini agak mahal ketimbang di Nasi Kandar yg resto itu. kami pilih makanan jawa, yang makan Miyo dan bapaknya aja. habis itu kita beli amunisi untuk masak besok. air mineral, indomie, telur dan susu Milo oiya sama koyo!

kami balik ke apartemen jam 11an malem. lelah boooook. . .

dan kita besoknya baru menyadari ada bis Go KL yang haltenya ada di Bukit bintang dan Free. Alemooooong! 😂

Malaka : Kota Cantik di Siang dan Malam

Sungai Malaka di malam hari

Sesampainya kami di Malaka, kami menuju ke Bandaraya Malaka atau pusat kota Malaka menggunakan bus umum. kalau gak salah biayanya dewasa MYR 1,5. anak tidak bayar.

selepas dari Malaka Central, kami merasa kota tersebut sama dengan kota lainnya. Namun saat kami memasuki gerbang kota, kami disambut oleh bangunan serba merah.

Saya melihatnya terasa berani dan pilu. Semua disini terlihat sangat terjaga cagar budayanya.

Bangunan merah Malaka

salah satu muzeum di Malaka

Saya merasa keramaian ini seperti di Alun-alun kidul Jogja atau seperti Alun-alun di Harvestmoon game di playstation dulu waktu kecil *yang main gem ini pasti kita seumuran*

Disini banyak yang menyajikan cenderahati(oleh-oleh), booth makanan, becak dekorasi dan ada penari-penari melayu yang berpasangan yang sedang melenggak-lenggokan tubuhnya. Saya mendapatkan sebuah pin yang dibagikan gratis, bertuliskan “Visit Malaka 2019” sepertinya sedang HUT Malaka atau sejenisnya, sehingga kota ini sangat padat oleh pengunjung.

Kami menghabiskan sore dengan berjalan-jalan di jembatan, menyusuri sungai Malaka yang banyak sekali temboknya di gambar dengan eksentrik serta berjejer-jejer resto dan bar yang memiliki keunikan sendiri. saya membayangkan ini seperti di Legian. 🙂

sungai malaka sore hari

aneka mural mewarnai pinggiran sungai

Kami mencari tempat makan karena memang hari ini cukup lapar sekali. Kami menuju resto Tiga Ros yang berisi aneka makanan Melayu, India maupun western.

menu

nasi lemak telur

nasi goreng pattaya

martabak telur daging

resto luas dan halal

Kami memesan nasi goreng Pattaya, nasi lemak telor dan Martabak dan 2 minum yaitu teh tarik dan jus. total makan sekitar 100rb lah.

Setelah selesai makan, kami berjalan lagi menuju hotel untuk beristirahat dan bilas-bilas.

Malamnya suamik menyempatkan mampir ke Jonker street karena kebetulan malam minggu dan membeli King Mango harga RM 5

Perjalanan Johor Bahru ke Malaka

Pagi hari kami bangun dan sangat mager karena kelelahan hari-hari kemarin. kami sarapan dan variannya cukup banyak, bahkan ada Koko Crunch harapannya Miyo.
setelah check out dari citrus hotel jam 12 tepat, kami menuju Melaka menggunakan bis dari Larkin Terminal. dari Citrus Hotel menuju Larkin kami naik grab untuk saving energy sekitar MYR 7.

pamer bawaan cuma 2 daypack sama 1 stoller

Sampai di larkin, layaknya terminal tapi lebih teratur, banyak food court, penjual souvenir, emas, dll. tiket seperti tiket pesawat, masuknya pakai barcode dan scan bagasi seperti di bandara. Sampai di ruang tunggu full AC dan kursi nyaman, terang, full keramik beda dengan bagian lain di terminal ini. lalu ada gate-gate menuju bis yang akan ditumpangi.

Larkin terminal

beli tiket bis Jebat

siapkan paspor ya

ada gate macem di bandara. cakep

keadaan di bis

kami naik bis Jebat MYR 21 per seat, anak dihitung sama. Jika sudah balita saya sarankan beli tiket sendiri karena jika anak duduk snediri akan ditagih tiketnya oleh penjual. jadwal kami jam 13.00 dan langsung berangkat. kursi dapat di recline dan ada sandaran kaki, ya seperti bis di Indonesia. penumpangnya sepi dan Miyo bisa tidur sendiri disini (nyatanya emak berusaha tidur tapi Miyo gak tidur-tidur).

Kami kira diawal bis macem gini gak bisa narik penumpang di jalan, tapi ternyata ada kok penumpang yang naik bukan di terminal, tapi gak tau deh sistemnya gimana.
Sampai di Melaka kami di Terminal Malaka Central. disini ada Mcdonald, food court dan terminal lebih sepi. lalu kami menunggu di gate menuju pusat kota Malaka dari gate ruang tunggu yang sepi sekali dan begitu bis tiba, kami naik dan menuju Red Church.

sampai di Malaka central terminal

ada kursi pijet

ruang tunggunya

Oiya toilet di Malaysia dikenakan 30 cent. jadi jika memberikan 1 Ringgit akan tetap dikembalikan. Tidak sedikit pula penjaga toilet asalnya dari Indonesia.

How to get have fun in Sanrio park Johor Bahru

Butuh Waktu Seharian Main di Sanrio World

Hari ini adalah yang paling ditunggu-tunggu sama Miyo(dan emaknya) main di Sanrio World. kalau Miyo bilang rumah Mukidi (Hello Kitty) 😂
Saya cari tiket paling murah dan tetap di Trav*loka.

Kami membeli tiket masuk Hello Kitty + Thomas 2 tiket dewasa dan 1 tiket anak totalnya 9xx.000. mahal ya untuk ukuran area bermain indoor cem tr*nstudio. hahaaha…ya namanya juga bukan di Indonesia.
butuh waktu sejam dari JB Central ke Sanrio World di Puteri Harbour. jangan tanya bisnya apa, karena kami naik Grab. Kami harus bergegas karena sudah jam 14.00 dan Sanrio World tutup pukul 18.00.
Setelah sampai ke tujuan, Sanrio World yang berdekatan dengan Putri Harbour ini berada di pinggir pantai, jauh dari keramaian. bahkan jarang kendaraan yang lewat.

Sebelum pintu masuk arena bermain tersedia toko souvenir, beberapa macam restoran, Toys Are us dll.
Oiya, jangan lupa membawa print out voucher pembelian tiket masuknya dan diberikan ke kounter penjualam tiket untuk diganti dengan gelang masuk. ada 3 warna gelang masuk (mungkin untuk 3 macem akses area bermain ya) kami dapat warna putih yang bisa mengakses semua lantai permainan.

Hello Kitty berada di lantai 1, lantai 2 ada Barney theme dan lantai 3 paling atas adalah Thomas. kami menghabiskan waktu 1.5 jam di Hello Kitty World yang sangat menggemaskan, penuh dengan warna dominasi pink. Disini terdapat 5 kegiatan untuk mengumpulkan cap di kartu yang dapat ditukar menjadi voucher diskon masuk di kedatangan berikutnya.

5 kegiatan ini adalah art and craft membuat beads, pin, decor cookies, masuk ke petualangan Oz dan studio foto dengan kostum Hello kitty.
lalu ada wahana cangkir putar disini dan rumah Hello Kitty dengan seluruh asesoris dan hiasanya. menggemaskan!

decorate the cookies

hello kitty oz

decoration in hello kitty house

too cute

cuci piringnya 😀

pas sekali pada pukul 16.30 ada jadwal Hello Kitty Show selama 20 menit. Miyo senang sekali. setelah itu sejam terakhir kami bermain di Thomas World yang berisi banyak wahana dan untungnya tinggi Miyo sudah 90cm lebih jadi bisa naik macam-macam (emak gak rugi). disini ada playground perosotan yang super besar dan tinggi. ngeri sih karena gelap perosotannya,tidak seret, jadi cepet turunnya, muter-muter dan banyak balita terluka, selain Miyo ada Balita dari tourist lain menangis juga karena kepentok perosotannya. jadi kami gak bermain lama disini.
Kami mencoba ke lantai 2 yaitu rumah Barney sebagai playground. disini menyenangkan, sepi tapi gak terlalu banyak pilihan mainannya. sayang waktu sudah menunjukan area ditutup. 😦

oiya di kursi tunggu ada kursi pijat den beberapa sofa. orang tua bisa duduk-duduk santai sambil menemani anak. toilet juga ada di setiap lantai dan di lantai 3 ada food courtnya.

Bagian baliknya nih keder, sepi banget gak ada bis kota. tanya ke banyak pegawai mereka bilang naik grab saja 😦
akhirnya kami lihat jadwal dan menunggu di pinggir jalan. ternyata banyak bilus pekerja lewat, mungkin pekerja pada naik bis ini menuju kota, jadi gak tau rute bus umum. bus ada pukul 18.45 dan on time dong! itu juga kita mesti nyegat. kalau gak kita bisa ketinggalan bis 😥. MYR 5 / org untuk naik bis ini sampai JB Central, anak tak bayar.

jadwal bis

sepanjang perjalanan yang penuh padang rumput hijau, melewati bangunan-bangunan istana Sultan dan lainnya. namun kami tak berniat mampir dan ingin cepat-cepat rebahan.
Sampai di Mall JB kami langsung pulang karena ingin membilas diri. suami sempat keluar, ke Jonker street dan membeli nasi ayam MYR 3 isi buanyak, manisan jambu dan es sirup menutup perjalanan hari ini.

saklar air panas

tips : jika ingin air panas di hotel jangan lupa pencet saklar ini di luar kamar mandi. karena kebodohan kami jadi kami mandi dengan air dingin 😂

Pengalaman pertama masuk Malaysia lewat Singapore

Perjalanan Singapore – Johor Bahru Malaysia

perjalanan kali ini saya menggunakan bis antar negara yang sering di sebutkan. namanya cause way links (CW). setelah check out dari hotel kami berjalan sekitar 15 menit menuju terminal Queen Street. sampai sana kami langsung membeli tiket di konter yang memakai payung warna kuning. tiketnya seharga $3.5 dan anak-anak juga bayar.
30 menit perjalanan, kami sampai di tempat check out imigrasi Singapore di Woodlands Customs. sepi dan jalan tidak terlalu jauh, antripun tidak panjang.
tidak ada kursi tunggu disini, sehingga saat suami agak bermasalah dengan sidik jarinya, saya menunggu sekitar 15 menit di antrian bis. waktu menunjukan pukul 11.

dari Woodlands kami mulai masuk ke Malaysia, bisnya sangat padat seperti Transjakarta saat pulang kerja dan macet pula. mungkin sekitar 20 menitan perjalanan dan jalanan agak menanjak, kanan kiri terlihat banyak parkiran kontainer sepanjang jalan, saya teringat seperti Tanjung Priuk.
setelah itu kami langsung masuk di JB Central customs, disini perjalanan antri imigrasi lama sekali, hampir 45 menit. kami cukup lelah, belum makan dan mengejar waktu untuk check in dan ke Sanrio.

turun dari gedung pengecekan imigrasi lalu menyebrang ke gedung sebelahnya, disana kami menukar uang ke RM dan mencari tempat makan. alih-alih ingin ke food court murah, kami akhirnya makan di dalam Mall “Ayam Penyet” yang nyatanya semacam roasted chicken dan nasi hainan gitu. MYR 8 per porsi. ada versi wartegnya MYR 2.5 dengan lauk yang murah-murah juga. tapi bagi kami ini cukup membuat kenyang dan rasanya enak. Penjualnya sepertinya orang Indonesia. Lokasinya di dlm JB Central kiosnya depan KFC.

setelah itu kami menyebrang lagi ke gedung Mall nya. masuk ke Paddison (kayak Matahari) lalu mencari pintu keluar dan jalan menuju Citrus Hotel. Hotelnya enak Room Deluxe cukup luas, dapet Breakfast, ada wifi dan lokasi dekat dengan JB Central pastinya. sayangnya lift sempit. jadi agak lama antri untuk akses naik turun.

Pandangan awal saya keluar JB Central meuju hotel itu semacam keluar Mall Blok M yang terminal terus jalan ke hotel Amos Cozy atau Hotel apa ya di blok M. pedestriannya tidak senyaman Singapore, banyak gelandangan, anak-anak nongkrong dan kios-kios jualan asesoris HP, HP, warung dll. 😂

Setelah itu kami order Grab menuju Sanrio, karena sudah pukul 13.30 dan Sanrio tutup pukul 18.00. Akses grab disini cukup gampang. total harga Grab MYR 29. Ovo pay tdk bisa digunakan disini. Aplikasi langsung menyesuaikan negara tujuan. Kita harus memberi titik penjemputan yang jelas agar supir grab tidak mencari-cari. kita bisa Chating dengan driver di aplikasi Grab tapi tidak bisa telpon-telponan. karena nomer saya roaming.

Bosan berfoto di Merlion?Yuk intip spot foto kece sekitarnya!

Day 2 bangun pagi-pagi disambut hujan di Singapore

Saya dan Miyo mandi pukul 7 pagi dan masih gelap. disini beda 1 jam dengan Pulau Jawa, jadi subuhannya juga terasa lebih siang. kalau tidak salah 6.16.

Kami mengambil sarapan roti tawar panggang dan selai strawberry, suami menyeduh teh tarik hangat di pagi hari. setelah 2 roti masuk di tuppy dan kami mulai berjalan ke halte Bugis mencari bus menuju Halte Raffles kalau tidak salah untuk menuju One Fullerton/Merlion.

karena banyak spot lucu disini, kami malah berfoto-foto di depan gedung yang terlihat masih sepi.

ini dia gedung-gedung Parliament, Perpustakaan dan jalan pedestrian yang bagus untuk berpiknik. (mungkin kalau gak hujan, kami sudah gelar tiker)

lalu ke Anderson Bridge. saat akan menuju ke Merlion, hujan deras disertai angin. kami berteduh di jembatan yang ada tempat berteduh.

Saat hujan tinggal rintik-rintik, kami berlari menuju halte bus dan kembali ke Bugis. Oiya, ketika naik bis di Singapore dan sekiranya bus sepi, ada baiknya kita pencet tombol untuk mengingatkan bahwa kita akan turun di halte tujuan. karena kadang supir melewati halte jika dirasa sepi dan tidak akan ada yang naik.